Walau benar-benar tidak memiliki jalinan yang spesial antara kedua-duanya, baik Valve atau developer Borderlands (Gearbox Software) sekarang terlihat sedang saling dipusingkan oleh satu permasalahan yang cukup terkait. Dimana hal tersebut berawal waktu Gearbox sah meluncurkan game Duke Nukem 3D: 20th Anniversary World Tur di Steam pada tahun 2016 yang lalu. 123movie

Dikutip lewat halaman Bloomberg, Bobby Prince sebagai komposer dari game Duke Nukem 3D sah sudah ajukan tuntunan hukum pada pihak Gearbox. Faktanya sendiri terlihat cukup serius. Dimana mereka didakwa belum juga membayar persetujuan royalti pada pihak Prince atas lagu-lagu yang ada di game Duke Nukem edisi spesial itu. Gearbox juga pada akhirnya dipandang sudah melanggar kontrak yang telah semenjak tahun 2010 yang lalu Prince tanda tangan dengan Apogee Software (pemilik IP Duke Nukem awalnya)

Disana disebut jika “Apogee punyai hak spesial untuk memakai lagu ciptaan Bobby Prince di game Duke Nukem 3D, tetapi dengan keharusan untuk membayar beberapa royalti sejumlah $1 per unit yang sukses dijual”.

ASUS Informasikan Barisan Monitor Baru Untuk 2019

Sesaat Gearbox yang kebetulan saat itu sukses beli hak pembagian dari game Duke Nukem, ditunjuk sudah memakai lagu punya Prince tanpa ada izin waktu meluncurkan game Duke Nukem 3D edisi 20th Anniversary World Tur. Faksi Prince sendiri punyai landasan yang cukup kuat jika file elektronik di lagunya berisi text yang memberikan pemilikan penuh Prince pada lagu itu (hak cipta).

Prince awalnya sempat coba lakukan langkah damai dengan mengontak CEO Gearbox, Randy Pitchford supaya ingin memberi dianya Royalti atau minimum mencabut kehadiran lagu kepunyaannya di game. Namun, Gearbox malah justru tidak ingin berlaku kooperatif.

Tidak hanya Gearbox, Valve juga diadukan ikut juga terbawa ke lingkar persoalan. Dimana Valve beritanya sudah menampik mentah-mentah keinginan Prince untuk meniadakan kehadiran game Duke Nukem yang memiliki masalah itu di Steam. Hingga faksi Prince pada akhirnya sah tuntut perusahaan punya Gaben itu sebab mereka dipandang menyengaja biarkan berlangsungnya pelanggaran hak cipta yang telah dilindungi oleh undang-undang DMCA (Digital Millennium Copyright Act).

One thought on “Valve dan Dev. Borderlands Kena Sanksi Pelanggaran Hak Cipta, Kok Bisa?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *